Sunday, 7 July 2013

Cerita Pendek: Mengagumi Tanpa Harus Dikagumi

Cerpen:
Mengagumi Tanpa Harus Dikagumi

Malam ini begitu dingin, tapi tak sedingin malam-malam yang sering kulalui sebelumnya. Entah mengapa ini serasa berbeda kurasakan. Aku bisa berkumpul dengan kehangatan yang kalian berikan, bersenda gurau dengan kalian, tapi tidak dengan Dia. Asing, itulah yang kurasakan saat aku belum mengenalmu, menyapa pun tidak pernah, Tapi, hati merasa dekat. 

Sekilas kutatap wajahmu yang sekarang sudah tak begitu asing bagiku. Tapi tetap saja kita tak pernah bersenda gurau, berbicara panjang lebar pun tak pernah, bagaimana hati ini bisa merasa dekat? apa yang menyebabkan itu terjadi?

Aku hanya melihat tingkah laku anehmu, tindakanmu yang begitu berbeda dengan orang seusiamu. Mungkin itulah caramu untuk bisa dekat dengan mereka. Hari demi hari terus saja berjalan, tanpa terasa isi hati begitu cepat mengalirkan cerita didalamnya. Alunan irama yang begitu halus, lembut dan bersahaja telah membawa ke kehidupan yang sedikit berbeda dari biasanya.

Cinta dan kasih sayang itu munculnya dari pikiran dan hati, sama halnya dengan rasa sayang kita kepada orang tua. Disaat kita membutuhkannya dan mengharapkannya, itu akan datang dengan sendirinya, seiring waktu yang terus mengalir tiada hentinya. Meskipun rasa itu berbeda, tapi kita hanya menganggap itu angin lalu saja. Biarlah itu berjalan, biarlah hati dan pikiranku yang merasakannya tanpa orang lain tahu. Biarlah kita berdiam membisu tanpa ada sepatah kata pun terucap darimu atau dariku.  Aku dan Kamu punya kehidupan masing-masing. Tak perlu ku simpan lagi rasa ini untukmu, karena ku tahu kau masih mengharapkan yang lain.

Mungkin, setiap alunan atau rangkaian kata yang kau dengungkan adalah kenang-kenangan aneh yang pernah muncul dikehidupanku. Kerana kau hanya sebatas kumbang yang hinggap kesana kemari. Meskipun langkahmu tak jauh dari kehidupanku, tetap saja aku tak bisa menggapaimu. Kau mengharapkan orang lain, mungkin itu yang ku tahu sekarang.

Menjadi secret admier itu sangat mudah, kau yang duntungkan. Kau hanya duduk manis dan menikmati itu. Ketika ku tahu kau sudah dimilikinya, aku mundur secara perlahan, tak berani menjadi secret admiermu lagi. Cukup tau kabarmu saja sudah lebih dari cukup. Mungkin inilah yang dinamakan dilema "Secret Admierssss"

Nah guys, ketika lo lo pada berada diposisi seperti itu, sebaiknya lo move on deh. kasian kan buat orang yang udah nungguin lo diluar sana. daripada nungguin orang yang gak pasti dan mesti ada penerawangan plus samar samar apalagi udah ada yang punya tuh, enakan lo cari yang pasti pasti, atau nggak lo sibukin dengan kegiatan yang oke, atau aktifitas yang mendukung cepet dapet gebetan (y) semangat buat kalian yang jombloerss atau singleeers




Sunday, 19 May 2013

Esai Filosofi UGM

PANDANGAN FILOSOFIS TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA MASA KINI DAN MASA YANG AKAN DATANG

Oleh: Rizki Nurul Fatimah

1.      Latar Belakang
Salah satu ancaman yang cepat atau lambat akan menghancurkan generasi muda adalah penyalahgunaan narkoba. Narkoba merupakan suatu zat berbahaya yang dapat merusak kehidupan para generasi penerus. Dengan adanya suatu zat berbahaya tersebut tidak menutup kemungkinan masa depan mereka akan hancur dan dapat membahayakan jiwa mereka yang menggunakan narkoba.
Di era globalisasi ini narkoba telah menyebar mulai dari kota-kota besar hingga di pelosok-pelosok Tanah Air dan sudah menjadi barang konsumsi sehari-hari bagi mereka yang sudah kecanduan. Peredaran narkoba yang begitu cepat turut membuat sebagian orang khawatir. Namun tingkat pengawasan terhadap narkoba masih kurang maksimal baik dari pihak berwenang maupun dari warga Negara sendiri.
Diantara orang-orang yang telah kecanduan narkoba tidak sedikit diantaranya merupakan remaja yang masih duduk di jenjang pendidikan. Sangat disayangkan apabila hal tersebut terus berlanjut hingga ke masa mendatang.
Perkembangan narkoba yang begitu pesat telah menjerumuskan sebagian orang hilang kesadaran. Mereka tidak peduli lagi terhadap masa depan sendiri, kehidupan di lingkungannya dan terkadang para kecanduan narkoba tersebut hanya memikirkan kesenangan dunia saja. Selain para remaja, tidak sedikit pula yang kecanduan narkoba merupakan public figure. Seharusnya hal ini dapat dijadikan suatu gambaran untuk kedepan karena dalam bertindak dan berbuat mesti melihat baik dan buruknya terlebih dahulu.
Untuk memupuk dan menumbuhkan rasa kepedulian hidup tanpa narkoba, diperlukan suatu tindakan. Tindakan itu sendiri harus muncul dari setiap individu masing-masing baik dimulai dari dini maupun sekarang. Dalam membangun kehidupan yang bebas tanpa narkoba diperlukan dukungan dari semua orang tidak terkecuali diri sendiri. Karena narkoba perlu dihilangkan demi kehidupan masa yang akan datang.

2.   Hubungan Filsafat dan Narkoba
Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Pengertian lain filsafat adalah ilmu yang berintikan logika, estetika, metafisika, dan epistemology; teori yang mendasari alam pikiran atau sesuatu kegiatan.
Menghubungan filsafat dan Narkoba merupakan suatu pandangan untuk mempelajari hal yang lebih mendalam mengenai narkoba. Selain itu juga dapat menemukan suatu pemikiran terhadap penyalahgunaan narkoba, yang semakin hari semakin berkembang.
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Banyak yang mengira bahwa narkoba selalu berdampak buruk. Namun dalam pengertian lain, narkoba memiliki manfaat yang besar bila digunakan dengan benar dan baik dalam bidang kedokteran. Narkotika dan psikotropika dapat menyembuhkan banyak penyakit dan mengakhiri penderitaan. Jasa narkotika dan psikotropika sangat besar dalam kehidupan di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Orang yang mengalami stress dan gangguan jiwa diberi obay-obatan yang tergolong psikotropika oleh dokter agar dapt sembuh.
Dengan pengertian seperti itu, jelas Narkoba tidak selalu berdampak negatif. Apabila dalam penggunaan dan pemanfaatannya benar, tentu akan berdampak positif pula bagi kehidupan.
Menghilangkan narkoba tentu hal yang sangat sulit. Akan tetapi hal tersebut dapat dilakukan apabila ada kesadaran dari diri sendiri dan mendapat dukungan yang kuat dari semua pihak.

3.      Dampak Penyalahgunaan Narkoba
Penyebaran dan penyalahgunaan narkoba sudah menjangkau sampai ke daerah-daerah yang sangat terpencil. Sedangkan untuk di daerah Jakarta, penyebarannya sudah menjangkau hampir ke seluruh daerah Jakarta.
Meskipun Undang-undang tentang narkoba sendiri belum ada. Sedangkan undang-undang tentang narkotika  No. 35  tahun 2009 telah ada. Masih banyak para pemakai yang terus menggunakan bahkann mengedarkan narkoba.
Menyalahgunakan narkoba dapat berakibat fatal karena narkoba menimbulkan efek stimulasi yang dapat merusak susunan syaraf. Penyalahgunaan nakoba juga dapat menimbulkan masalah kriminal dalam masyarakat, antara lain: pencurian, perampokan, pembunuhan, dan tindakan criminal lainnya ( Satya Joewana, dkk: 80).
Salah satu penyebab penyalahgunaan narkoba yaitu faktor ekonomi. Sebagai contoh, seseorang tidak memiliki pekerjaan, padahal untuk mempertahankan hidup dia membutuhkan uang. Dorongan ekonomi itu dapat menjerumuskan orang menjadi seseorang pengedar karena keuntungan yang dijanjikan dari perdagangan itu. 
Dampak dari penyalahgunaan narkoba tidak sedikit. Masih banyak dampak-dampak yang ditimbulkan. Secara umum semua jenis narkoba jika disalahgunakan akan memberikan empat dampak sebagai berikut:

1.      Depresan
Pemakai akan tertidur atau tidak sadarkan diri.
  1. Halusinogen
    Pemakai akan berhalusinasi (melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada).
  2. Stimulan
    Mempercepat kerja organ tubuh seperti jantung dan otak sehingga pemakai merasa lebih bertenaga untuk sementara waktu. Karena organ tubuh terus dipaksa bekerja di luar batas normal, lama-lama saraf-sarafnya akan rusak dan bisa mengakibatkan kematian.
  3. Adiktif
    Pemakai akan merasa ketagihan sehingga akan melakukan berbagai cara agar terus bisa mengonsumsinya. Jika pemakai tidak bisa mendapatkannya, tubuhnya akan ada pada kondisi kritis (sakaw).
Berdasarkan keempat dampak dari narkoba, dapat diambil kesimpulan bahwa narkoba merupakan suatu zat yang dapat merusak kerja organ tubuh dan berdampak negatif apabila disalahgunakan oleh pemakai.
Kerusakan organ tubuh tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi organ yang mendatangkan stress sehingga pelaku dapat mengalami kematian akibat jantung, stroke dan lain-lain. Akibat penyakit tersebut turut mendatangkan perubahan sifat, sikap dan perilaku. Tidak jarang pula banyak pemakai narkoba yang mental dan moralnya rusak (Subagyo Partodiharjo, 2009)
    Setiap orang yang telah kecanduan narkoba tidak sedikit diantara mereka yang ketagihan untuk mengkonsumsi narkoba lagi. Penyalahgunaan narkoba dapat dijadikan suatu momok yang sewaktu-waktu dapat menghancurkan para generasi-generasi penerus.

4.      Penaggulangan Narkoba untuk Masa Mendatang
Untuk mewujudkan generasi muda tanpa narkoba, diperlukan suatu tindakan yang dapat mengurangi atau menghilangkan penyalahgunaan narkoba. Bukan hanya berdiam diri saja atau menyatakan ikut memberantas, membenci dan memusuhi, melainkan harus membangun kesadaran agar waspada dan tidak terjebak dalam perilaku penyimpangan terhadap Narkoba.
Ada 5 bentuk penanggulangan masalah narkoba, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan represif.
Promotif adalah program preemtif atau program pembinaan. Program ini ditunjukkan kepada masyarakat yang belum memakai Narkoba, atau bahkan belum mengenal Narkoba. Fungsinya agar masyarakat tidak pernah berpikir untuk memperoleh kebahagiaan semu dengan memakai Narkoba.
Preventif ditujukan kepada masyarakat sehat yang belum mengenal Narkoba agar mengetahui seluk beluk Narkoba sehingga tidak tertarik untuk menyalahgunakan. Bentuk kegiatannya yaitu kampanye anti penyalahgunaan Narkoba, penyuluhan seluk beluk narkoba, pendidikan dan pelatihan kelompok sebaya, upaya mengawasi dan mengendalikan produksi dan distribusi narkoba di masyarakat.
Kuratif merupakan program pengobatan yang ditunjukkan kepada pemakai narkoba. Tujuannya adalah mengobati ketergantungan dan menyembuhkan penyakit sebagai aibat dari pemakaian narkoba, sekaligus menghentikan pemakaian narkoba.
Rehabilitatif adalah upaya pemulihan kesehatan jiwa dan raga yang ditunjukkan kepada pemakai narkoba yang sudah menjalani program kuratif. Tujuannya agar pecandu tidak memakai lagi dan bebas dari penyakit ikutan yang disebabkan oleh bekas pemakai narkoba.
Dan yang terakhir adalah represif adalah program penindakan terhadap produsen, bandar, pengedar , dan pemakai berdasarkan hukum.
Selain penanggulan terhadap narkoba, sikap terhadap penyalah guna narkoba juga harus diterapkan, misalnya bersikap bijaksana, simpati, bukan memusuhi. Sikap menjauhi dan memusuhi akan membuat pecandu narkoba menjadi tertekan dan lebih dekat dengan sesama pemakai, pengedar, dan Bandar. Hal ini membuat jaringan sindikat narkoba semakin kuat dan penyalahgunaan narkoba semakin merajalela. Sikap simpatik juga dapat mengurangi penderitaan dan tidak jarang dapat menyelamatkan. Penanggulangan dan sikap terhadap narkoba harus dipupuk sejak dini maupun sampai masa depan, karena hal ini dapat membantu kemajuan bangsa dan Negara tanpa narkoba.

5.      Penerapan Hukum Tentang Narkoba
Bukan hanya tindakan kriminal saja yang memiliki hukum. Narkotika dan psikotropika yang merukan bagian dari narkoba juga memiliki hukum apabila disalahgunakan.
Undang-undang tentang Narkotika yaitu UU No. 35 tahun 2009 sedangkan Undang-undang yang mengatur berbagai hal tentang psikotropika adalah UU No. 5 tahun 1997. Undang-undang ini mengatur tentang produksi, distribusi, penyaluran, perdagangan, kepemilikan, dan lain-lain.
Pelanggaran terhadap ketentuan yang diatur dalam undang-undang mendapat ancaman hokum yang bervariasi, tergantung pada berat ringanya dampak yang diakibatkan.
            Ancaman hokum tersebut dapat berupa:
1.      Hukuman mati atau
2.      Hukuman kurungan ditambah denda, atau
3.      Hukuman kurungan dalam penjara, atau
4.      Hukuman denda
Meskipun Indonesia telah memiliki undang-undang tentang narkotika dan pskotropika, dalam praktiknya, penegakan hokum masalah narkoba masih belum efektif.
Tidak efektifnya pelaksanaan undang-undang tersebut antara lain disebabkan oleh:
1.      Mental dan moral aparat terkait belum memadai.
2.      Kesejahteraan aparat yang menangani masalah narkoba rendah sehingga tergiur untuk bekerja sama dengan sindikat demi memperileh uang.
3.      Buruknya koordinasi antarinstansi/aparat terkait.
4.      Belum adanya petunjuk atau pedoman bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam program penanggulangan masalah narkoba.
5.      Dan lain-lain
Permasalah diatas menyebabkan pelaksanaan undang-undang tidak efektif sehinnga masyarakat bersikap apriori, curiga terhadap aparat dan malas berpartisipasi.
Dalam kondisi seperti ini, masalahnya semakin rumit karena masalah narkoba tidak berdiri sendiri, melainkan terkait dengan rendahnya kesejahteraan rakyat dan aparat.

6.   Penutup
Narkoba merupakan suatu zat yang apabila disalahgunakan akan berakibat fatal bagi kehidupa. Namun tidak semua jenis narkoba berdampak buruk bagi kehidupan. Diantaranya narkotika dan psikotropika. Kedua zat ini memiliki manfaat dalam bidang kedokteran, yaitu menyembukan berbagai penyakit. Akan tetapi jika narkoba disalahgunakan maka akan berdampak buruk bahkan dapat menyebabkan kematian.
Peredaran narkoba yang begitu cepat telah mempengaruhi para kalangan. Baik kalangan remaja, orang dewasa, para public figure, maupun para pejabat Negara. Hal ini sangatlah disayangkan. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka akan berdampak negatif terhadap masa depan.
Dalam menangani masalah ini, dukungan dari semua orang sangat diperlukan. Dan yang paling berperan yaitu para generasi muda. Karena mereka merupakan cikal bakal penerus bangsa yang mampu meneruskan kehidupan yang lebih baik.
Untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara tanpa narkoba segala partisipasi dan motivasi meski diwujudkan dalam hal nyata demi membangun bangsa yang bebas tanpa narkoba.


Daftar Pustaka
Anonim. 2011. Pengertian filasafat. Dalam ( www.Wikipedia.com) diakses pada tanggal 17 April 2011.

Anonim. 2009. Bahaya Narkoba. Dalam ( www.AsianBrian.com) diakses pada tanggal 14 April 2011.

Joewana, Satya. 2001. Narkoba Petunjuk Praktis Bagi Keluarga Untuk Mencegah Penyalahgunaan Narkoba. Media Pressindo: Yogyakarta.

Partodihardjo, Subagyo. 2009. Kenali Narkoba dan Musuhi Penyalahgunaannya. PTGelora Aksara Pratama: Jakarta.

Romeal Abdalla. 2008. Narkoba dan Bahaya Pemakaiannya di Kalangan Remaja. Dalam (www.Wikimu.com) diakses pada tanggal 10 April 2011.

Yuwono, Trisno. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Penerbit Arkola: Surabaya.


Tuesday, 8 January 2013

Competition for Depa

MEROSOTNYA BUDAYA SIKAT GIGI DI KALANGAN MASYARAKAT CERMIN KURANGNYA KESADARAN TERHADAP KESEHATAN GIGI DAN MULUT
Rizki Nurul Fatimah
Ilmu Keperawatan Gigi FKG UGM



A.     Pendahuluan
            Kesehatan adalah hal utama dan terpenting dalam kehidupan manusia. Sehat bukanlah hal yang mudah untuk didapatkan, terkadang kesehatan pun susah untuk dipelihara. Hal tersebut yang terkadang memunculkan sebuah istilah bahwa sehat itu “mahal”. Bagi masyarakat menengah ke bawah, sehat itu di istilahkan berbeda, mereka mengenal istilah bahwa “Yang miskin tidak boleh sakit”, kata-kata itu muncul diiringi dengan mahalnya biaya penggobatan di berbagai rumah sakit maupun puskesmas.
            Semakin pesat perkembangan tingkat kesehatan (kualitas peralatan dan pelayanan kesehatan), tidak salah jika hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dibahas oleh banyak kalangan masyarakat. Kedokteran Gigi merupakan objek yang sedang dibahas akhir-akhir ini, karena berkaitan dengan polemik yang timbul akibat kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
            Munculnya berbagai permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan gigi dan            mulut merupakan hal yang biasa ditemukan. Namun, jika keadaan itu terus berlanjut akan berdampak langsung pada kondisi fisik mereka. Apabila dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan gigi saat ini tidaklah serumit menanganinya.
            Kesehatan gigi dan mulut merupakan suatu keadaan dimana gigi dan mulut berada dalam kondisi bebas dari adanya bau mulut, kekuatan gusi dan gigi yang baik, tidak adanya plak dan karang gigi, gigi dalam keadaan putih dan bersih, serta memiliki kekuatan yang baik. Dari pengertian tersebut juga dapat disimpulkan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut sangat penting. Akan tetapi, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi salah satu faktor penghambat kesehatan gigi dan mulut. Pada dasarnya menjaga kesehatan adalah hak personal mereka, tapi usaha untuk menyadarkan mereka akan kesehatan gigi dan mulut merupakan langkah awal agar masyarakat di Indonesia bebas dari penyakit oral.

B.     Budaya Sikat Gigi di Indonesia
            “Kesehatan gigi dan mulut bukan hanya seputar napas wangi dan gigi putih berkilat. kesehatan organ ini dapat mempengaruhi kesehatan organ tubuh kita yang lain” oleh Ardyan (2010:100). Organ tubuh sangat vital hubungannya dengan kondisi tubuh kita, apabila ada satu diantara organ tubuh yang terganggu maka akan berpengaruh pula pada organ lainnya.
            Kesehatan gigi dan mulut belum menjadi perhatian khusus masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan masih kurangnya penyebaran informasi mengenai hal tersebut oleh pemerintah dan provider kesehatan. Program kesehatan gigi dan mulut sebenarnya telah dilaksanakan sejak Pelita I sampai dengan Pelaita VI. Dan program tersebut mengharapkan agar setiap orang baik di perkotaan maupun di pedesaan memperoleh pemeliharaan kesehatan yang memadai sehingga mereka dapat hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
            Eliza (2001:117) Mengatakan bahwa masalah tingginya angka penyakit gigi dan mulut saat ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor perilaku masyarakat. Berdasarkan SKRT 1995 dan Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) 1998 dinyatakan bahwa masyarakat belum menyadari pentingnya pemeliharaan gigi
            Gigi merupakan “aset” terpenting dalam penampilan. Bagi sebagian besar pemuda-pemudi di Indonesia, gigi merupakan salah satu organ penghias tubuh. Apabila gigi mereka jelek atau rusak pasti mereka akan “lari” ke dokter gigi untuk melakukan perbaikan. Meskipun hal tersebut sudah dilakukan tapi tetap saja budaya masyarakat untuk sikat sangat kurang.
            Menyikat gigi adalah hal yang sangat mudah sekali. Hanya dengan menyisihkan waktu 3 menit saja untuk menggosok gigi apa susahnya. Budaya sikat gigi di masyarakat telah menurun drastis. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi contohnya, kesadaran perawatan gigi di daerah terpencil yang  rendah terindikasi dengan sulitnya mencari sikat dan pasta gigi di warung-warung daerah tersebut. Mereka menganggap kesehatan gigi dan mulut tidak penting. Padahal persepsi mereka kurang tepat. Kesehatan gigi dan mulut yang terganggu akan berimbas pada organ lainnya, contohnya penyaki jantung. Kerusakan pada gigi akan berpengaruh langsung pada pembuluh-pembuluh darah yang bersirkulasi ditubuh, melalui pompaan jantung, salah satunya berterminal ke gigi.
            Selain itu juga masih banyak penyebab lain yang mempengaruhi masyarakat malas untuk sikat gigi. Keadaan ekonomi lemah adalah salah satunya penyebabnya. Masyarakat yang cenderung kurang mampu sulit untuk membeli sikat gigi karena uang yang tidak mencukupi. Banyak juga diantara mereka berpendapat bahwa sikat gigi sekali sehari itu sudah cukup. Hal-hal seperti itulah yang terkadang menimbulkan berbagai permasalahan dalam upaya promotif kepada masyarakat.

C.     Sosialisasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Kalangan Masyarakat
            Sosialisasi merupakan upaya yang dilakukan oleh beberapa individu untuk memperkenalkan, memberikan informasi serta mempromosikan suatu objek kepada orang banyak sehingga dapat diterapkan dalam kehidupannya. Tujuan dari sosialisasi sendiri sudah jelas yaitu membuat subjek tertarik untuk mencoba objek yang ditawarkan. Seringkali sosialisasi juga tidak mendapatkan respon positif dari pendengar sehingga sulit untuk mencapai keberhasilan dalam sosialisasi.
            Di era globalisasi ini, eksistensi dunia kedokteran gigi sudah tidak diragukan lagi di Indonesia. Mulai dari kualitas hingga kuantitas mutu pendidikannya. Saat ini sudah banyak tercetak dokter gigi di Indonesia, baik perawatnya hingga tenaga ahli non medis. Tapi keberhasilan di bidang kedokteran gigi tidak sejalan dengan kualitas kesehatan yang ada di Indonesia akhir-akhir ini. Mengapa? Jawabannya sangat mudah yaitu kesadaran masyarakat itu sendiri.
            Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sangatlah memprihatinkan. Banyak di antara masyarakat baik itu usia muda, remaja dan tua mengalami penyakit karies serta periodontal namun telambat mengetahuinya. Keadaan inilah yang menjadi awal perkembangan sebuah penyakit. Tahukah kalian penyakit apa yang cukup banyak diderita/dikeluhkan oleh masyarakat? Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan penyakit yang menempati urutan ke-3 yang banyak diderita oleh masyarakat menurut (www.doktergigigaul.com). Dengan demikian dapat diketahui bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting bagi kehidupan setiap individu.
            Adapun usaha yang dapat dilakukan agar masyarakat lebih menyadari akan pentingnya menjaga oral health mereka yaitu:
1.      Pelatihan dokter kecil serta PMR di sekolah (pengenalan sejak dini).
2.      Melalui sosialisasi di Puskesmas baik di daerah terpencil hingga kota.
3.      Memberikan penyuluhan atau seminar langsung bagaimana cara menggosok gigi serta menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik dan benar.
4.      Melakukan pemeriksaan gigi gratis/bulan gigi pada masyarakat.
5.      Memplublikasikan informasi secara meluas mengenai kesehatan dibidang kedokteran gigi.
6.      Memasang baliho mengenai penyakit gigi dan mulut.
7.      Mempromosikan berbagai pengetahuan mengenai kedokteran gigi kepada masyarakat.
8.      Menggalang penyuluhan sikat gigi dan cuci tangan bersama di setiap SD hingga masyarakat.
9.      lain-lain
            Usaha-usaha tersebut merupakan salah satu langkah awal agar masyarakat lebih sadar akan kesehatan gigi dan mulut mereka. Pentingnya upaya promotif serta preventif diharapkan dapat di implementasikan langsung dari masyarakat.
D.    Penutup
Kesadaran masyarakat akan kesehatan gigi dan mulut masih kurang di Indonesia. Upaya promotif ataupun preventif akan berjalan baik apabila masyarakat menyambutnya dengan baik pula. Kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting. Meskipun budaya sikat gigi di masyarakat telah menurun, tidak salahnya sebagai generasi penerus khusunya yang berhubungan dengan kedokteran gigi mengupayakan usaha optimal terhadap kesehatan gigi dan mulut. Sehingga tercapai hasil yang maksimal dalam mewujudkan kesehatan gigi dan mulut.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Kesehatan gigi dan mulut. Dalam (www.doktergigigaul.com) diakses pada tanggal 24 November 2012.

Herijulianti, Eliza. 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi. EGC. Jakarta
Rahmadhan, Ardyan Gilang. 2010. Serba Serbi Kesehatan Gigi dan Mulut. Kawan Media: Jakarta selatan.
Yuwono, Trisno. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Penerbit Arkola: Surabaya.


Sunday, 30 December 2012

Figur Favorite sang Inspiratif

Bacharuddin Jusuf Habibie :)

ganteng yah *.*
Bacharuddin Jusuf Habibie (lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936; umur 76 tahun) adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
 
yah meskipun beliau masa jabatannya terpendek gue tetep ngajungin seratus jempol deh buat usahanya terhadap indonesia :) 
 
Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman, sehingga mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto.
Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998. Sebelum menjabat Presiden (21 Mei 1998 - 20 Oktober 1999), B.J. Habibie adalah Wakil Presiden (14 Maret 1998 - 21 Mei 1998) dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto.
Ia diangkat menjadi ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia), pada masa jabatannya sebagai menteri.

Berbeda dengan rata-rata mahasiswa Indonesia yang mendapat beasiswa di luar negeri, kuliah Habibie (terutama S-1 dan S-2) dibiayai langsung oleh Ibunya yang melakukan usaha catering dan indekost di Bandung setelah ditinggal pergi suaminya (ayah Habibie). Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.

 
I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)

semoga kalian juga bisa seperti BJ. habibie yah, dan gue pastinya 0:)

I like Radit

Raditya dika :))
gue suka stand up comedy lu, dan that is nature for your mind
karya lu :
  • 2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
  • 2006 - Cinta Brontosaurus
  • 2007 - Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
  • 2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang
  • 2010 - Marmut Merah Jambu
  • 2011 - Manusia Setengah Salmon
gue copas aja lah ya, males ngetik -->
Biografi Biodata dan Profil RADITYA DIKA siapa yang gak kenal dengan cowok lucu yang satu ini  Raditya Dika lebih dikenal sebagai penulis buku buku jenaka. nama aslinya adalah Dika Angkasaputra Moerwani sering dikenal dengan RADITYA DIKA lebih akrab dipanggil Radith cowok ini lahir di Jakarta, pada tanggal 28 Desember 1984,. ia selalu beraksi dengan lawakannya di Stand Up Comedy RADITYA DIKA ini dia di jamin ngakak dech karenan aksinya lucu banget hehehehehe.

will be the best radith, tetep kocak ya!!!!

My Favorite Singer

Taylor Swift!!!
Nama Asli
Taylor Alison Swift

Tanggal Lahir
13 Desember 1989

Tempat Lahir
Wyomissing, Pennsylvania, AS

Tinggi Badan
180

Kewarganegaraan
Amerika Serikat

Ayah
Scott Swift

Pekerjaan Ayah
Perantara Perdagangan Saham

Ibu
Andrea Swift

Saudara
Austin (adik)

Populer Sejak
Merilis single "Tim McGraw" (2006)

Saturday, 16 July 2011

Esai FOR 3


Langkah Sederhana Menuju Indonesia Kreatif
Oleh: Rizki Nurul Fatimah
Sekolah merupakan tempat utama untuk belajar secara formal, selain itu sekolah juga sebagai tempat untuk menyalurkan segala kreasi dan apresiasi jiwa muda. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya kegiatan yang dibuat oleh para siswa sebagai generasi muda dalam mewujudkan Indonesia kreatif.
Dalam mewujudkan Indonesia yang kreatif, pelajar SMA Plus Negeri 17 Palembang menyelenggarakan beberapa program yang dapat meningkatkan olah pikir dalam berkreasi dan berprestasi, selain itu juga ikut memacu dan memotivasi agar siswa bersikap partisipatif dalam suatu kegiatan. Program tersebut diantaranya pentas seni atau pesta putih hitam (PPH), festival teater (FD), tukar ekskul (TUKAS), dan Extracurricular competition (X.Com).
Pesta Putih Hitam (PPH) merupakan salah satu program unggulan yang ada di SMA Plus Negeri 17 Palembang. PPH adalah lomba antar kelas dalam bidang seni musik, tari modern dan jingle antar kelas. Sesuai dengan namanya, Pesta Putih Hitam, tema kegiatan adalah hitam dan putih. Kegiatan tersebut mewajibkan peserta mengenakan busana dan aksesoris yang berwarna hitam dan putih.
Dalam lomba jingle antar kelas, setiap siswa berkreasi menetapkan jingle khusus yang diiringi untuk konfigurasi gerakan siswa anggota kelas tersebut. Selain itu setiap siswa harus turut berperan serta dalam kegiatan PPH agar siswa tidak memiliki sifat apatis atau tidak peduli terhadap kekompakan kelas mereka masing-masing.
Pada bidang seni musik dan tari modern, siswa mampu menunjukkan penampilan yang terbaik dari setiap kelasnya. Peserta lomba kegiatan tesebut yaitu siswa perwakilan dari setiap kelas. Penilaian dalam perlombaan seni musik dan tari modern dilakukan oleh para juri. Biasanya juri yang diundang memiliki prestasi dalam bidang seni, dan telah menang ditingkat nasional sehingga dalam pemilihan juara dapat ditentukan sesuai dengan kriteria penampilan terbaik. Peranan dari kegiatan PPH yaitu menghilangkan rasa tidak percaya diri dan mampu meningkatkan daya kreatif bagi setiap siswa.
FD singkatan dari Festival Drama merupakan festival antar kelas. Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang biasanya diberikan waktu untuk menyelesaikan teks naskah. Setelah itu siswa akan menampilkannya saat perlombaan antar kelas dimulai. FD dimainkan oleh semua siswa di kelas ada yang menjadi pemainnya, mengatur latar, lighting atau cahaya, dan sounds, jadi pada kegiatan FD ini setiap siswa diharapkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan.
TUKAS atau Tukar Ekskul adalah lomba antar ekstrakulikuler yang melibatkan setiap ekstrakulikuler di SMA Plus Negeri 17. Kegiatan yang dilakukan yaitu saling bertukar ekstrakulikuler contohnya ekstrakulikuler kelompok ilmiah remaja (KIR) dengan palang merah remaja (PMR), siswa-siswa PMR akan menempatkan diri di ekstrakulikuler KIR dan sebaliknya, kemudian mereka akan menunjukkan kelebihan ekstrakulikuler tersebut di depan juri. Tujuan dari kegiatan ini agar siswa-siswa dapat mengenal kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler lain, dan mengaplikasikannya dalam sebuah pertunjukan agar siswa-siswa yang berbeda ekstrakulikuler tersebut dapat saling menghargai keberadaan setiap ekstrakulikuler di lingkungan sekolah.
Selain ketiga program tersebut, SMA Plus Negeri 17 Palembang tidak hanya melibatkan perlombaan di dalam sekolah tetapi juga di luar sekolah. X.Com atau Extracurricular Competition merupakan program yang mengikutsertakan pelajar-pelajar SMA se-Sumatera Selatan untuk mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh beberapa ekstrakulikuler di SMA Plus Negeri 17. Dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjalin tali silaturahmi antar sekolah se-Sumatera Selatan.
Program X.Com merupakan program dua tahunan, sedangkan selebihnya diselenggarakan sekali dalam setahun. Program ini melibatkan siswa-siswa untuk turut berperan dalam menjaga ketertiban pelaksanaan lomba. Bagi siswa yang tidak ikut menjadi panitia perlombaan, biasanya mendirikan stan-stan untuk menjual makanan, minuman, dan aksesoris bagi siswa lain, baik anggota sekolah yang bersangkutan maupun siswa lainnya. Kegiatan ini juga dapat memupuk kreativitas siswa menjadi entrepreneurs muda.
Berdasarkan keempat program tersebut dapat disimpulkan, bahwa dari setiap kegiatan membutuhkan kreativitas dari setiap pelajar, dan kegiatan tersebut merupakan bagian kecil yang dapat membuat Indonesia menghasilkan penerus bangsa yang kreatif dan inovatif. Hal ini juga didasarkan dengan terus berkembangnya ide-ide dari setiap pelajar. Dengan adanya suatu kegiatan yang bermanfaat tersebut diharapkan dapat memupuk dan menampung segala apresiasi, kreativitas dan kelebihan pelajar-pelajar di Indonesia.

Jangan Suka Menilai Orang Lain

Kemarin dan Hari ini aku belajar, besok ambilah nilai kebaikan dari kemarin dan hari ini. Menilai orang :) Aku akan bercerita tentang...