Monday, 12 December 2016

Rindu Setiap Sudut Jogja


Kamu tahu? Apa yang bisa merekam semua tentang kehidupan, walaupun kita sudah tua dan ingatan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia? 
Dia adalah kamera. Dia tidak meminta imbalan atas jerih payahnya. Dia akan terus disampingmu, menemanimu, merekam jejak hidupmu, dan membantu mengingatkanmu. Dia tidak egois, dia akan selalu menolongmu dan membuatmu sadar akan bantuannya. Dia membuat kamu tersenyum dan dia membuatmu bangga.

Ramai. Lihatlah mereka yang bercengkraman. Lihatlah mereka yang berasumsi, beragumentasi, dan berekspektasi. Entah, akan sampai kapan selesai cengkraman itu. Hanya saja, ramai telah menemani hari-hariku. Ramai diantara kesepian. Mencoba berada di keramaian di saat hati sepi. Berusaha utuh, berusaha akrab, berusaha berbicara namun tetap hati sepi. Ramai dan sepi hanyalah dua kosakatan yang berdampingan. Tak pernahkah kau menyadari?




Untuk apa gunanya media sosial, namun tak mampu menyampaikan kegunaannya. Untuk apa berusaha eksis namun tidak tahu eksistensinya. Untuk apa? Sejatinya Allah menciptakan makhluk ke bumi semata-mata untuk ibadah. Lalu Allah memberikannya akal untuk berpikir bukan untuk dirusak. Ya Allah jadikanlah aku sebagai hambaMu yang selalu bersyukur dan ikhlas dengan apa yang telah kau berikan kepada hambaMu ini. Amin.


Sejatinya, mencari menunggu berharap dan menanti adalah kata kiasan yang tak terdefinisikan secara langsung. Kenapa tidak dibuktikan saja. Terus saja mencari yang terbaik, tapi tidak memperbaiki. Sama saja tindakan sia-sia. Kamu tak akan menemukannya. Kamu akan menemukan cerminmu sendiri. Sekarang berkacalah dan berbenah dirilah.

Tuesday, 29 November 2016

Jakarta.


Stasiun Gambir


Moumen Nasional from Stasiun Gambir


Tower TVRI Jakarta 


Monumen Nasional

Saturday, 19 November 2016

Sarjana






Alhamdulillah ya Allah, pada akhirnya saya sudah lulus dengan gelar S.Kp.G. Menjadi mahasiswa di bidang yang sejujurnya bukan minat adalah tantangan bagi saya. Saya bukan mahasiswa yang berprestasi atau apapun namanya. Selama kuliah saya banyak belajar memahami setiap pasang surutnya jalan kehidupan yang Allah kasih kepada saya. Ketika saya sakit, saya capek, saya kesusahan, saya bosan, saya menangis, semua saya jalani dengan ikhlas. Saya aktif di kepanitiaan maupun organisasi juga mengajarkan saya untuk hidup lebih memahami orang lain dan tidak egois walau rasa individualisme masih sedikit melekat. Bertemu dengan orang baru, berkenalan, berteman, sampai menjadi akrab menjadikan saya pribadi yang lebih peka terhadap dunia sosial. Belajar menjadi orang yang tidak arogan atas kepuasan yang dimiliki. Saya pun bangga bisa bertemu dengan teman-teman mahasiswa UGM yang memiliki intelektual yang unik pada masing-masing karakter. Low profile mereka mengajarkan saya menjadi pribadi yang tidak angkuh atas sesuatu hal yang hanya titipan Allah. Keramahan dan tutur kata mereka mengajarkan saya menjadi pribadi yang sopan dan beretikat baik terhadap siapapun. Masih banyak hal lainnya yang tidak bisa saya jelaskan satu persatu karena kehadiran kalian membuat saya menjadi seseorang yang tidak manja dan mandiri.

Akhir kata dari graduation saya kali ini adalah, 
"bahwa menjadi mahasiswa adalah hal yang dicita-citakan dan menyenangkan namun menjadi seorang perantau adalah hal yang menantang dan menakjubkan"

Monday, 24 October 2016

Prophet Muhammad S.A.W

Dear beloved prophet
Today at school, the teacher asked us to draw you
I like to draw, but I never saw you
So I closed my eyes
And I saw a tear in the eye of my mother while reading your story
I saw my father praying all night
I saw my elder sister smiling, even though she just got insulted in the street
I saw my best friend asking me for forgiveness, even though I was to blame
I want to draw all these images
Here, people want to see everything, to watch everything
But I closed my eyes
And I saw you coming towards me
I saw you coming towards us
With the most perfect smile
How could I ever draw a perfect smile?
The teacher did not let me speak when I wanted to explain to her
I can't blame her
She probably never learnt to love someone she doesn't see
But me, I love you without seeing you
I am not good at drawing but I like to write
I like to write to you, yaa Rasulullah
If you could only come back amongst us for a few hours
a few seconds...
a few moments...
She could understand eventually

Al-Baqarah 216


Lagi suka sama ayat al-qur'an surat al-baqarah yang ini:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Emang bener banget, apapun yang terkadang kita kira itu baik banget buat kita. Kita kejar mati-matian, gak peduli akibatnya apa kedepan, gak peduli gimanapun itu, terkadang tetep aja memaksakan diri. Padahal, ketika yang kita inginkan itu gagal kita peroleh, bisa jadi itu adalah hal yang terbaik yang dikasih sama Allah. Tapi kita merasa bahwa apapun yang kita lakukan itu lebih baik dari kuasaNya. Merasa bahwa Allah itu nggak adillah, gak sayanglah sama kita. Sampai membuat diri jauh dari iman dan Allah sebagai penciptanya. Jadi, apapun itu usaha kita, berharaplah untuk mendapatkan hasil yang diridhoi olehNya, usaha udah, tinggal berdoa dan ikhtiar sama Allah. 

YUDISIUM





"Akhirnya ya Allah yudisium juga setelah...lika liku yang begitu...ya sudahlah"
-tertanda orang yg gabut-

Saturday, 1 October 2016

Ilmu

Ilmu adalah gudang bagi segala pengetahuan. Ilmu hadir karena adanya keinginan dari diri sendiri untuk mencari dan dicari. Ilmu mengajarkan akan pentingnya untuk mengolah pikiran, jiwa dan raga menjadi lebih bermanfaat dan tidak sia-sia. Salah satunya ada di dalam Al-Qur’an Surah Al-Jatsiyah ayat 13 tentang kaum yang berfikir.

وَسَخَّرَلَكُم مَّافِيالسَّمَاوَاتِوَمَا فِيالْأَرْضِجَمِيعًامِّنْهُإِنَّ فِيذَلِكَلَآيَاتٍلَّقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ
Artinya:“DanAllah telah menjadikan sumber daya alam dan lingkungan sebagai daya dukunglingkungan bagi kehidupan manusia. Yang demikian hanya ditangkap olehorang-orang yang memiliki daya nalar memadai.” (QS Al Jatsiyah:13).



Allah SWT memang maha adil memberikan begitu banyak kelebihan untuk makhluknya salah satunya untuk mencari dan menuntut ilmu. Namun sayang hanya sebagian saja yang sadar akan nikmat yang diberikan kepada makhluknya. Di dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 juga dijelaskan bahwa Allah akan meninggikan orang yang beriman dan berilmu.

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya :
”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)

Semakin kita mencari ilmu, semakin tinggi iman kita, rasa syukur kita, dan rasa bahagia kita sebagai umat muslim yang selalu mencari ridhoNya. Semoga kita selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam beribadah, lebih bermanfaat dan lebih berilmu.

Jangan Suka Menilai Orang Lain

Kemarin dan Hari ini aku belajar, besok ambilah nilai kebaikan dari kemarin dan hari ini. Menilai orang :) Aku akan bercerita tentang...