Monday, 12 December 2016

Rindu Setiap Sudut Jogja


Kamu tahu? Apa yang bisa merekam semua tentang kehidupan, walaupun kita sudah tua dan ingatan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia? 
Dia adalah kamera. Dia tidak meminta imbalan atas jerih payahnya. Dia akan terus disampingmu, menemanimu, merekam jejak hidupmu, dan membantu mengingatkanmu. Dia tidak egois, dia akan selalu menolongmu dan membuatmu sadar akan bantuannya. Dia membuat kamu tersenyum dan dia membuatmu bangga.

Ramai. Lihatlah mereka yang bercengkraman. Lihatlah mereka yang berasumsi, beragumentasi, dan berekspektasi. Entah, akan sampai kapan selesai cengkraman itu. Hanya saja, ramai telah menemani hari-hariku. Ramai diantara kesepian. Mencoba berada di keramaian di saat hati sepi. Berusaha utuh, berusaha akrab, berusaha berbicara namun tetap hati sepi. Ramai dan sepi hanyalah dua kosakatan yang berdampingan. Tak pernahkah kau menyadari?




Untuk apa gunanya media sosial, namun tak mampu menyampaikan kegunaannya. Untuk apa berusaha eksis namun tidak tahu eksistensinya. Untuk apa? Sejatinya Allah menciptakan makhluk ke bumi semata-mata untuk ibadah. Lalu Allah memberikannya akal untuk berpikir bukan untuk dirusak. Ya Allah jadikanlah aku sebagai hambaMu yang selalu bersyukur dan ikhlas dengan apa yang telah kau berikan kepada hambaMu ini. Amin.


Sejatinya, mencari menunggu berharap dan menanti adalah kata kiasan yang tak terdefinisikan secara langsung. Kenapa tidak dibuktikan saja. Terus saja mencari yang terbaik, tapi tidak memperbaiki. Sama saja tindakan sia-sia. Kamu tak akan menemukannya. Kamu akan menemukan cerminmu sendiri. Sekarang berkacalah dan berbenah dirilah.

No comments:

Post a Comment

Jangan Suka Menilai Orang Lain

Kemarin dan Hari ini aku belajar, besok ambilah nilai kebaikan dari kemarin dan hari ini. Menilai orang :) Aku akan bercerita tentang...