Sunday, 13 March 2016

Sabar dan Solat

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat” (QS. Al Baqarah: 45)
Pernah nggak sih kalian ketemu sama orang yang selalu bilang sabar, namun dianya malah yang nggak sabaran. Bisa jadi, yang nulis ini juga pernah ngalamin hal tersebut. Yoi, gue juga gitu kok dulu. Awalnya gue hanya hobby bilang sabar sabar dan sabar ke keluarga gue, temen, sahabat, tetangga atau siapalah tu, iya gue hanya nasehatin mereka untuk sabar menghadapi masalah. Tapi, ketika gue yang lagi kena masalah, malah yang gak sabar gue sendiri. Sedih yah haha. Nasehatin orang, malah diri sendiri yang seperti itu.
Mulanya gue belajar bener-bener sabar itu dari seseorang. Dia ngajarin gue, untuk selalu sabar. Awalnya sih, gue masa bobo amat sama apa yang dia bilang. Lambat laun, gue merhatiin gaya sosialisasi dia, dan gue kagum dengan kesabaran dia yang bisa nenangin hati diri sendiri maupun orang lain yang liat. Pembawaannya tenang banget, walau kadang-kadang orangnya nggak jelas alias pecicilan hobby ngelucu tapi garing. 
Bersyukur banget, Allah menghadirkan orang-orang yang sabar di sekeliling gue waktu itu. Rasanya damai banget, awalnya gue sering ngeluh, sering negatif thinking, hobby marah-marah/gerutuan di depan orang lain, intinya jelek banget lah. Kalau gue ngeliat sifat gue sendiri, mungkin gue udah ilfeel sendiri. Tapi, Allah baik banget, dengan menghadirkan mereka, gue bisa berubah sedikit demi sedikit. Intinya, thanks banget buat kalian yang bisa bikin gue lebih baik lagi. Walau, kadang-kadang ada rasa sedih karena nggak bisa kumpul rutin, atau bertemu sesering mungkin dengan kalian, tapi kalian the best lah buat kehidupan gue.
Intinya belajar sabar itu sangat ngademin, belajar menahan emosi, marah, mengeluh, lebih legowo sama masalah. Kalau ada masalah lawan aja sama sholat dan sabar, trus berdoa. In shaa Allah bakal tenang. Masalah itu hadirnya kan dari diri sendiri, kalau yang bikin masalah itu orang lain gimana? yaudah tinggal cuekin aja, toh mereka juga nggak ngejamin surga kan buat kita, terpenting itu berbakti sama orang tua dulu, sukses, bisa bantu orang-orang yang lagi kesusahan, sama fokus ngurusin hidup sendiri, jangan orang lain. Pernah nggak sih kalian terbesit di hati, bahwa Allah itu bakal menghadirkan orang-orang yang bakal jadi ujian hidup kita plus orang yang jadi contoh buat kita. Kalau kalian pernah mikirin hal tersebut, berarti kalian paham maksud Allah kasih kita setiap masalah atau cobaan.
Trus, pernah nggak sih kalian sering tersinggung sama nyinyiran atau perkataan yang nggak enak dari orang lain? Kalau gue mah sering banget, tapi gue orangnya bodo amat. Anggep aja omongan mereka itu sebagai motivasi terus kalau nggak ada motivasinya sama sekali, kalian diemin aja itu orang, anggep omongannya itu kayak angin, jadi cuman numpang lewat melayang layang aja. simple kan. Intinya adalah sabar dan solat. 
Solat itu juga bisa gugurin dosa-dosa kita loh, kita bisa curhat sama Allah, kalau curhat sama temen terkadang nggak di respon atau responnya nggak nyambung dan kurang memuaskan, curhat aja sama Allah atau orang tua, curhatan sama doa kamu akan sampai ke langit, tanpa tersebar kemana-kemana, disimpan secara rapat. Terus kalau curhat sama orang tua juga lebih asyik loh, karena orang tua itu tahu segalanya yang terbaik buat anaknya, karena pengalamannya lebih banyak dan pastinya lebih tau mana yang harus dilakuin anaknya. Kalau curhat sama sahabat juga oke, tapi kamu harus tahu dulu tipe sahabat kamu. Kalau dia tipenya suka ngomong, hemsss, sudah dipastiin bakal ember bocor, kalau dia orangnya cuek, eh malah nggak kasih solusi. Sebenernya gampang loh nemuin orang yang pas buat diajak curhat, kamu liat aja cara dia bercerita sama temen-temennya selain kita, kalau dia hobby ceritain keburukan orang, aib orang, ikut-ikut nimbrung masalah orang lain, disentil dikit gosip langsung tertarik dan sejenislah, sudah dipastikan. wkwkwk

Wednesday, 2 March 2016

Because KKN We Are Family














Iseng iseng di masa-masa KKN



Sajak Putri dan Pangeran -Tere Liye-

Aku akan jatuh cinta, tentu saja
Seorang putri selalu jatuh cinta
Tapi tidak sekarang atau hanya untuk urusan murah
Aku akan jatuh cinta, kepada seorang pangeran
Yang datang dengan gagah berani
Mengambil tanggung jawab dalam hubungan yang diberkahi
Menjadi imam sampai mati.

Aku akan jatuh cinta, tentu saja
Seorang pangeran selalu jatuh cinta
Tapi tidak sekarang atau hanya untuk hubungan main-main
Aku akan jatuh cinta, kepada seorang putri
Yang diambil dari tempat terhormatnya, dengan cara terbaik
Mengikatkan diri pada hubungan yang dirahmati
Menjadi pasangan bidadari hibgga hari penghabisan nanti.

Tuesday, 29 December 2015

Ibu

Hai Ibu...
Kemarin orang-orang merayakan hari Ibu
Tapi Aku tidak
Bagiku setiap detik adalah hari Ibu
Maaf Ibu, Aku belum bisa memberikan yang lebih dari apa yang Ibu beri
Aku belum sanggup dan tak mungkin sanggup membalas semua kebaikanmu Ibu
Kasih sayangmu, perhatianmu, cintamu, kekhawatiranmu, semua yang Ibu beri kepadaku

Hai Ibu...
Aku sayang Ibu, tentu, semua anak pasti sayang pada Ibunya
Tapi sayangku melebihi apa yang aku punya
Disaat aku jatuh, satu-satunya orang yang siap membangunkanku adalah Ibu
Disaat aku sedih, satu-satunya orang yang mengusap air mata adalah Ibu
Disaat aku sendiri, sepi dan merasa putus asa, Ibu datang memberiku semangat yang luar biasa

Hai Ibu...
Kamu adalah malaikat cintaku
Kamu takkan pernah tergeser oleh ruang waktu
Kamu selalu menjadi pelita dalam relung hatiku
Tak peduli seberapa besar marahmu, itulah cara terbaikmu untuk mendidikku
Kamu adalah piala dalam hidupku

Hai Ibu...
Tuhan memang adil, telah menghadirkan Ibu di dunia ini
Telah menjadikan warna di bumi ini
Walau jaman terus bergulir ntah menjadi baik atau buruk, kau tetap yang terbaik Ibu
Saat tetes matamu jatuh karena ulahku, hatiku bergetar penuh salah
Tetes matamu adalah mutiara berharga bagiku
Ibu.....
I love you

-RNF-




Saturday, 5 December 2015

ASTRONOMI DALAM PERADABAN ISLAM


Ilmu falak (astronomi Islam) pertama kali ditemukan oleh Nabi Idris, sebagaimana disebutkan dalam mukadimah kitab-kitab falak. Namun embrio ilmu astronomi mulai nampak sekitar abad ke-28 sebelum masehi. Digunakan untuk menentukan waktu penyembahan berhala seperti di Mesir, Babilonia, dan Mesopotamia.

Ilmu astronomi Islam dapat dikatakan muncul dengan gemilang pada masa pemerintahan Khalifah Abbasiah karena adanya hubungan orang-orang Arab dengan berbagai macam kebudayaan dunia dan mereka jugs menyalin dari kitab-kitab klasik karangan orang-orang India dan orang-orang Yunani.

Para ilmuan muslim mulai melakukan penelitian astronomis berdasarkan Al-Quran surah Yasin ayat 38-40 dan surah Yunus ayat 5.

1.      Yasin ayat 38-40

Artinya :

38. Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39. Dan Telah kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (Setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua[5].

40. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

2.      Yunus ayat 5

Artinya :

5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[6]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui.

Seorang pengembara India menyerahkan sebuah data buku astronomi yang berjudul ”Sindhind” atau ”Sidhanta” kepada kerajaan Islam di Baghdad pada tahun 773 M. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Muhammad ibn Ibrahim al-Fazari (w.796 M) atas perintah Khalifah Abu Ja’far al-Manshur (719-775). Dan kemudian al-Fazari dikenal sebagai ahli astronomi pertama di dunia Islam.

Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi (780-847 M) muncul pada abad ke-8 setelah al-Fazari sebagai ketua observatorium al-Makmun. Dengan telaahnya terhadap hasil karya al-Fazari, al-Khawarizmi adalah orang pertama yang berhasil mengolah sistem penomoran India menjadi dasar operasional ilmu hitung dan penyusun tabel trigonometri (daftar logaritma) seperti yang ada sekarang ini. Terciptanya sistem pecahan desimal sebagai kunci terpenting dalam pengembangan ilmu pasti juga berkat penemuan angka 0 (nol) India oleh al-Khawarizmi.  Selain itu al-Khawarizmi menemukan kemiringan zodiak terhadap ekuator sebesar 23,5° dan memperbaiki data astronomis pada buku terjemahan ”Sindhind

al-Mukhtashar fi Hisabil Jabr wal Muqabalah” dan ”Suratul Ardl” adalah dua buku penting karya al-Khawarizmi yang banyak diikuti dalam bidang ilmu astrnomi Islam.

Abu Ma’syar (w.885 M) di Eropa dikenal dengan nama Albumasyar adalah penemu adanya pasang naik dan pasang surut sebagai akibat pergerakan bulan terhadap bumi. Dua bukunya yang terkenal adalah ”al-Madkhalul Kabir” dan ”Ahkamus Sinni wal Mawalid”.  Abu Bakar al-Hasan bin al-Hasib (w.893 M) dikenal dengan sebutan Albubacer dengan bukunya ”al-Mawalid”. Maslamah Abu al-Qasim Al-Majriti (905-1007 M) dengan bukunya ”Ta’dilul Kawakib”. Ibrahim ibn Az-Zarqali (1029-1089 M) di Eropa dikenal dengan nama Arzalchel. Seorang ahli astronomi Islam dan ahli teropong bintang. Memiliki daftar astronomis bintang-bintang yang bernama ”as-Shafihah”.

Nasiruddin Muhammad at-Thusi (1201-1274 M) adalah saeorang ahli astronomi Islam yang telah membangun observatorium di Maragha atas perintah Hulagu. Dia juga membuat tabel-tabel data astronomi benda-benda langit bernama ”Jadwalul Kaniyan”.

Ahli astronomi Islam lainnya adalah Ibnu Jabr al-Battani (858-929 M) yang di dunia barat dikenal dengan nama Albatenius. Dia melakukan penelitian di observatorium ar-Raqqah di hulu sungai di Baghdad, dan melakukan perhitungan-perhitungan jalan bintang, garis edar dan gerhana. Dia membuktikan kemungkinan terjadinya gerhana matahari cincin, menetapkan garis kemiringan perjalanan matahari, pajangnya tahun sideris dan tahun tropis, musim-musim serta garis lintasan matahari semu dan sebenarnya, adanya bulan mati dan fungsi sinus. Mempopulerkan pengertian-pengertian tentang perbandingan trigonometri, menerjemahkan dan memperbaiki teori Ptolemeus dalam buku ”Syntasis” dengan judul barunya ”Tabril al-Maghesti” dan bukunya sendiri yang berjudul ”Tamhidul Musthafa li Ma’nal Mamar”. Salah satu karyanya yang paling populer adalah ”al-Zij al-Sabi”. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad.[7]

Ali bin Yunus (w.1009 M) mempunyai karya yang berjudul ”Zaijul Kabir al-Hakim” berisi tentang data astronomis matahari, bulan dan komet serta perubahan titik equanox. Kemudian Abdur Rahman al-Biruni (w.1048 M) menemukan perputaran bumi pada sumbunya dan membuat daftar data lintang dan bujur tempat di permukaan bumi.

Ada juga ahli astronomi Islam asal Iskandaria yang berhasil dengan observatoriumnya. Dia berhasil menyusun tabel data astronomi yang kemudian banyak digunakan dan dikembangkan. Zaman kegemilangan astronomi Islam bermula di bawah pentadbiran Khalifah al-Rashid dan anaknya al-Makmun. Dalam masa pentadbirannya di Baghdad, antara tahun 813 dan 833, Khalifah al-Makmun telah mendirikan satu perpustakaan terbesar sejak zaman Alexandria yang dipanggil “The House of Wisdom”.[8] Dalam perkembangannya, ilmu astronomi adalah ilmu yang cukup maju, hanya saja masih mengikuti pandangan geosentrisnya Ptolemeus.

Nama lengkapnya adalah Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani atau yang dikenal dengan nama al-Farghani. Seorang pakar astronomi berbangsa Farsi pada zaman Khalifah al-Makmun yang telah menulis sebuah buku unsur-unsur astronomi berdasarkan konsep astronomi Ptolemeus yaitu “Kitab fi al-Harakat al-Samawiya wa Jawami Ilm al-Nujum“. Memperkenalkan beberapa pandangan baru termasuk precession yang melibatkan kedudukan nyata, bukan saja planet-planet, malahan bintang-bintang juga. Hal ini memainkan peranan penting di Eropa Barat dan telah diterjemahkan kedalam bahasa Latin dalam kurun ke-12.

Dalam tahun 994, pakar astronomi Al-Khujandi, yang berasal dari Tadjikistan telah mencipta satu sextant dinding yang amat besar di Balai Cerap Ray yang merupakan satu alat pertama yang membolehkan sudut diukur dengan lebih persis. Alat ini digunakan terutama untuk mengukur kecondongan dataran ekliptik dengan lebih persis.

Al-Biruni (973-1050 M), adalah seorang cendekiawan yang berasal dari kawasan lautan Aral. Turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Dalam astronomi, dia tidak hanya terkenal karena usaha cerapan bulan dan gerhana, tetapi juga karena pendekatan secara modern dalam kaidah eksperimennya terutama dalam analisis perkiraan ralatnya dan juga perkiraan Al-Khujandi. Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.

Omar Khayyam adalah seorang berbangsa Farsi yang terkenal dalam bidang sajak dalam kurun ke-11, dia juga berminat dalam beberapa bidang lain, terutama bidang algebra dan astronomi. Menciptakan jadwal astronomi baru yang istimewa karena ukuran tahun solar pada tahap kepersisan yang tertinggi buat masa itu.

Jabir Ibn Aflah (1145 M) atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol yang ikut memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. dia adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala yang mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Salah satu karyanya yang populer adalah ”Kitab al-Hay’ah”.

Zaman kegemilangan astronomi di tanah Islam ini berakhir dalam kurun ke-12. Hasil usaha zaman gemilang ini, sedikit demi sedikit telah diterjemahkan kedalam bahasa Latin, terutamanya di Toledo Sepanyol, lalu tersebar di seluruh benua Eropah. Melalui terjemahan tersebutlah tokoh-tokoh intelektual Eropah, dipenghujung zaman pertengahan, mengkaji semula teori Ptolemeus dan mempelajari perkembangan astronomi hasil sumbangan dunia muslim.

Sebenarnya observatorium pertama di dunia dibangun oleh astronom Yunani bernama Hipparchus (150 SM). Namun, menurut para astronomi Muslim abad pertengahan, konsep observatorium yang dilahirkan Hipparcus itu jauh dari memadai. Sebagai ajang pembuktian, para sarjana Muslim pun membangun observatorium yang lebih moderen pada zamannya.

Sejumlah astronom Muslim yang dipimpin Nasir al-Din al-Tusi berhasil membangun observatorium astronomi di Maragha pada 1259 M. Observatorium itu dilengkapi perpustakaan dengan koleksi buku mencapai 400 ribu judul. Observatorium Maragha juga telah melahirkan sejumlah astronom terkemuka seperti, QuIb al-Din al-Shirazy, Mu’ayyid al-Din al-Urdy, Muiyi al-Din al-Maghriby, dan banyak lagi.

Kevin Krisciunas adalah ahli astronomi Barat yang dalam tulisannya berjudul ”The Legacy of Ulugh Beik” mengungkapkan, observatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beik. Observatorium itu dibangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beik (1393-1449).

Ketertarikan dalam astronomi bemula  ketika dia mengunjungi Observatorium Maragha yang dibangun ahli astronomi Muslim terkemuka Nasir al-Din al-Tusi. Walaupun geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201. Namun, aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beik mulai terjadi pada 1408 M.

Ghirah astronomi di Samarkand mengalami puncaknya ketika Ulugh Beik mulai membangun observatorim pada 1420. Yang menurut Kriscunas, berdasarkan laporan yang ditulis ahli astronomi pada saat iru, Observatorium ini beroperasi selama 50 tahun. Sayangnya, setelah Ulugh Beik meninggal, obeservatorium itu pun mengalami kehancuran. Sejumlah astronom telah lahir dari lembaga itu yakni, Giyath al-Din Jamshid al-Kushy, Qadizada al-Rumy dan `Ali ibn Muhammad al-Qashji. Observatorium milik Islam yang terakhir dibangun di Istanbul tahun 1577, di zaman kekuasaan Sultan Murad III (1574-1595) didirikan Taqi al-Din Muhammad ibn Ma’ruf al-Rashyd al-Dimashqiy.

http://rumahbuku.weebly.com/bangku-iii/astronomi-dan-perkembangan-islam

Jangan Suka Menilai Orang Lain

Kemarin dan Hari ini aku belajar, besok ambilah nilai kebaikan dari kemarin dan hari ini. Menilai orang :) Aku akan bercerita tentang...