Ini adalah sebuah kisah, dimana hanya kenangan belaka. Tak banyak cerita yang terukir hanya saja kau masuk dalam cerita itu. Hadirmu membuatku sadar bahwa di dunia ini masih ada yang sepertimu, di dunia ini masih ada orang yang berbeda sepertimu. Walau ku tahu itu hanya sia-sia belaka. Aku tak bisa menebak isi hatimu dari awal mulai aku berjumpa hingga detik ini.
Saat aku bersimpuh, bersujud kepada Yang Maha Kuasa sesekali ku selipkan doa tentangmu. Hanya saja sepertinya semesta belum mendukung untuk kita berjumpa sejak detik itu hingga sekarang. Aku tak tahu akan kemana dermaga ini berlabuh suatu saat nanti.
Dari detik awal bertemu ada banyak kisah yang ku bagikan kepada sahabat-sahabatku tentangmu tetapi hanya yang ku tahu saja, karena aku tak mengenalmu lebih jauh. Tapi aku tak pernah berani menyapamu. Aku pun tak pernah berharap terlalu jauh tentangmu.
Terima kasih, karena kamu menyadarkan ku bahwa Iman itu adalah perisah bagi diri sendiri. Bahwa sabar adalah bagian dari pondasi diri. Bahwa ketaatan kepada Allah adalah tiang terkokoh untuk menguasai diri.
Terima kasih kehadiranmu beberapa tahun lalu menjadikan motivasi bagi diri ini. Bahwa masih ada yang sepertimu di muka bumi ini walau ku tahu mungkin hanya 10%, walau sesungguhnya aku tak banyak tahu tentangmu. Tapi aku selalu menjadikanmu sebagai motivasi setiap menjalani kehidupanku. Teruntuk yang menyadarkanku bahwa Allah adalah tempat bersandar disaat menjalani lelahnya kehidupan. Teruntukmu terima kasih untuk ilmu sabar, ilmu canda, ilmu tenang, dan gak jelasmu.
I’m amazed when I look at you, not just because of your look, but because of the fact that everything I’ve ever wanted is right in front of me. Azeeeeeek kwkwkwkwkw