Monday, 27 June 2011

Budaya Gemar Membaca dan Berpikir

Di sini gw bakalan memperkenalkan pada kalian semua tentang bugemm. you know what, bugemm merupakan singkatan dari budaya gemar membaca dan menulis, bugemm adalah program unggulan SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG.
Bentuk sistematika bugemm ini sama kayak karya tulis ilmiah ( beruntung banget bagi mereka yg masuk ekskul KIRANA "kelompok ilmiah remaja andalan anak17", termasuk gw di dalamnya ) terus harus punya buku minimal 5 buah, waaaaaaw
kalau gak salah ini pertama kali dicetuskan oleh sir arpani, guru bahasa inggris . yup............ kalau anak jubel (red SMA 17) denger kata bugemm waaaw pada stress, galau, kepala cenat cenut, ngeblank semua tuh , itu baru dengernya belum mulai bugemmnya. sebenarnya bugemm itu mendidik siswa-siswa 17 juga looh dalam meningkatkan kreatifitas dan apresiasi dalam hal tulis menulis dan meningkatkan minat siswa dalam membaca buku.
tapiiiiiii ada suka dukanya juga nih dalam mengerjakannya...... bugemm ini setara kayak praktek sekolah yaitu wajib bagi yang gak ngerjain terpaksa rapornya disita.........................................
pertama, sekitar 2 bulan sebelum bugemm udah di umumkan pembimbing bugemmnya khusus bahasa inggris dan bahasa indonesia..... nah lo, buat yg dapet gurunya enak "pasti santai ngerjainnya" tapi buat yg dpt guruny serba ribet " pasti stressss abis"
kedua, yaaaah berhubung masih lama, anak" pada santai aja, ada yang sibuk ngurusi kegiatan lain.....
ketiga, bagi yang rajin konsul, bisa di pastiin... sukses pasti bugemmnya, tapi belum tentu juga sih tergantung gurunya sm siswanya, apakah mereka memiliki chemistry apa gak eleee lebay ya reeek...
keempat, mereka harus konsul pake kertas konsul trus dpet tanda tangan dari pembimbing, revisi dll....
pokoknya mereka harus fix dari bab 1-bab 5, kuisioner, data" dll. bugemm kali ini gak ada yang namanya hanya studi pustaka dari buku saja tapi harus PENELITIAN........................ tanpa terkecuali
terus kalau udah semua tinggal minta rekomendasi apakah dia ngelanjutin ke persentasi atau ngulang lagi........
di sini nih yang bikin anak" jubel jadi streeessss nangis karena gak di rekomen atau blum selesai pas deadlinenya atau mereka malah nyerah, pokoknya setelah di rekomen mereka persentasi di depan kelompok sama pengujinya trus mereka baru deh berhak mendaptkan nilai A atau B di rapornya........ yah buat gw kalau sudah bugemm pikiran plong, gak ada beban.
finally................................. bugemm selesai tinggal ngasih bugemmnya ke guru di perpus untuk dijadikan bahan dokumentasi.
BUGEMM IS THE BEST, Right or Not
so, itulah sekilas tentang bugemm.
nah, di bawah ini merupakan hasl bugemm gw yang ke 4, kali ini pembimbingnya bu nuraini dan pengujunya pak triwibowo... semoga nilai gw bagus..... check it out my bugemm yah

good bye

COVER

PENGENALAN PENYAKIT KLEPTOMANIA PADA USIA

REMAJA DI KALANGAN PELAJAR SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG

BUGEMM EVALUASI II

OLEH:

RIZKI NURUL FATIMAH

XI PSIA 5

NIS 2751

SMA PLUS NEGERI 17 PALEMBANG

Jalan Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siarang

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

BAB I PENDAHULUAN KTI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang berkembang. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kualitas kesehatan baik di daerah maupun di perkotaan. Kesehatan merupakan bagian yang sangat langkah dan terkadang susah untuk menjaganya. Namun banyak juga menganggap bahwa kesehatan adalah hal yang tidak perlu di khawatirkan.
Saat ini tingkat kesehatan selalu menjadi prioritas dalam kehidupan karena kesehatan menjadi hal utama untuk kelancaran dalam melakukan aktivitas. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Pendidikan kesehatan juga bermanfaat untuk memberikan informasi kepada pelajar agar mengetahui bagian-bagian dari aspek kesehatan maupun berbagai penyakit.
Kesehatan memang hal yang paling utama namun ada juga yang telah mengalami kelainan kesehatan dari lahir ataupun pada usia ramaja. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh faktor genetik atau kurangnya perhatian terhadap kesehatan.
Salah satu penyakit yang telah ada sejak lahir yaitu penyakit sindrom. Penyakit sindrom memiliki bermacam-macam jenis. Jenis yang paling popular yaitu penyakit sindrom kleptomania. Namun penyakit ini tidak sepenuhnya populer. Untuk itu penulis akan meneliti keterpahaman siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang terhadap penyakit kleptomania.

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas di tetapkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Seberapa besar tingkat pengetahuan siswa SMA Plus Negeri 17 terhadap penyakit kleptomania?
2. Bagaimanakah persepsi siswa SMA Plus Negeri 17 dalam mengatasi penyakit kleptomania itu sendiri?
3. Apakah dampak yang ditimbulkan dari penyakit sindrom kleptomania terhadap lingkungan?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, tujuan penulisan yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mendeskripsikan Seberapa besar tingkat pengetahuan siswa SMA Plus Negeri 17 terhadap penyakit kleptomania.
2. Untuk mendeskripsikan persepsi siswa SMA Plus Negeri 17 dalam mengatasi penyakit kleptomania.
3. Untuk mendeskripsikan dampak yang ditimbulkan dari penyakit kleptomania.

1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca maupun pelajar di SMA Plus Negeri 17 palembang. Bagi penulis yaitu dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai penyakit sindrom yaitu kleptomania.
Bagi siswa, penelitian ini dapat Memberikan informasi mengenai keberadaan penyakit sindrom kleptomania baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kleptomania

Kleptomania berasal dari bahasa Yunani yaitu kleptein yang berarti mencuri dan mania bermakna sebuah kegemaran yang berlebihan. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga, seperti mencuri gula, permen, sisir, atau barang-barang lainnya (Wikipedia, 2011). Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya.

Kleptomania masuk dalam kategori gangguan penguasaan diri, di mana tatkala hasrat mencuri muncul, maka tidak ada kesanggupan pada penderitanya untuk mencegahnya. Penderita kleptomania tidak merencanakan pencurian, ia bertindak atas dorongan sesaat saja. Pencurian pada kleptomania dilakukan bukan karena kegunaan atau nilai yang terkandung pada benda curian. Biasanya barang curian itu diberikan kepada orang lain atau dibuang dan hanya dalam kasus tertentu, barang itu disimpan.

Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder. Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida.

2.2 Ciri-Ciri Pengidap Penyakit Kleptomania

Ada beberapa hal yang bisa kita ketahui mengenai pengidap kleptomania seperti:

1. Mereka punya perasaan yang sangat ingin memiliki barang tanpa diketahui harga barang itu, karena tidak peduli dengan harga maka kadang mereka melakukannya bukan karena tidak bisa membeli tetapi karena tertarik (exicited) saja.

2. Bila melihat sesuatu barang yang ingin dimilikinya atau sedang diincarnya kelihatan akan berkeringat dan tidak bisa konsentrasi bila diajak bicara, matanya jelalatan mengawasi barang yang diincarnya.

3. Mereka akan merasa lega dan bahagia bila operasinya berhasil, dan timbul perasaan untuk mengulangnya kembali (ketagihan)

4. Bagi mereka mencuri adalah bukan karena dendam atau cemburu atau marah

terhadap yang punya barang dan juga bukan khayalan atau halusinasi tetapi karena refleksi otak yang tidak terkendali

5. Mencuri untuk pengidap kleptomania adalah tidak lain hanya karena gangguan perilaku, manische episode atau gangguan kejiwaan antisosial.

6. Mencuri untuk mereka adalah seperti halnya mereka sedang jatuh cinta, keinginan untuk memiliki dan mendekatinya semakin menggebu bila melihatnya sehingga segala cara terus dipikirkan (Nungky, 2009)

Berdasarkan uraian di atas kita dapat mengetahui ciri-ciri orang yang mengidap penyakit kleptomania. Sebenarnya pengidap penyakit kleptomania tidak memiliki keinginan untuk mencuri, pada dasarnya pengidap penyakit kleptomania ini merasa puas setelah mengambil barang milik orang lain. Sesaat sebelum melakukan pencurian, si individu merasakan ketegangan dan keresahan,

sesudah pencurian ia akan merasa lega dan puas. Pencurian pada kleptomania
bukan sebagai ungkapan kemarahan dan balas dendam kepada pihak tertentu.

2.3 Penyebab Kleptomania

Penyakit ini muncul akibat kelainan serotonin pada otak. Kleptomania bisa juga disebabkan oleh beberapa faktor selain genetik, tetapi kebanyakan yang terjadi adalah ketika masa muda mereka kurang perhatian dan banyak menghadapi masalah misalnya ADHD (Attention Deficit Hyperactief Disorder) atau sebaliknya ADD (Attention Deficit Disorder). Dengan cara itu mereka akan mendapatkan perhatian, sehingga terjadilah reaksi yang kadang membuat mereka ketagihan dan akan terus mengulanginya, dan mereka akan merasa bahagia dalam hatinya ketika mereka tertangkap basah karena merasa diperhatikan (Nur’aeni, 1997:113)

Setiap mereka melakukan tindakan mencuri mereka menyadari bahwa perbuatannya salah dan acap kali merasa tertekan dan sedih namun pengidap kleptomania sendiri tidak bisa menguasai dirinya tatkala hasrat itu muncul. Penyebab kleptomania sebenarnya belum diketahui secara pasti. Karena kleptomania sendiri ada yang disebabkan oleh pengaruh psikis ada juga yang disebabkan kelainan dari lahir atau terjadinya kelainan pada otak mereka.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di SMA Plus Negeri 17 Palembang, Sumatera Selatan. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011.

1.2 Populasi dan Sampel

Populasi adalah keseluruhan dari organisme yang berada di suatu tempat. Populasi dalam penelitian ini mencakup siswa kelas X dan XI SMA Plus Negeri 17 Palembang yang berjumlah 539 siswa.

Sampel adalah subjet suatu populasi yang diambil sebagian dari populasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25% dari jumlah keseluruhan siswa kelas X dan XI yaitu 20 siswa kelas X dan 30 siswa kelas XI. Penarikan data yang digunakan secara stratifikasi random sampling (acak sederhana).

1.3 Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis kuantitatif dan kualitatif. Adapun pengertian dari metode deskriptif analisis kuantitatif dan kualitatif adalah suatu cara penjaringan data yang kemudian diuraikan dan dianalisis, baik dengan menggunakan sistematika penghitungan maupun kualitas data.

3.3.1 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pemberian Kuesioner, yaitu dengan cara memberikan pertanyaan dalam bentuk angket kepada para siswa.

2. Teknik Dokumentasi, yaitu dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang berisi tentang penyakit kleptomania.

3.3.2 Teknik Analisis Data

Data-data yang diperoleh melalui kuesioner ditabulasikan, didiskusikan, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan ditunjang oleh berbagai sumber-sumber pustaka, penelusuran situs internet, dan narasumber lain yang relevan. Selain itu, dari informasi yang diterima kemudian dilakukan pengumpulan data pendukung, analisis serta perunutan masalah untuk mendapatkan suatu pemecahan masalah yang akan dibahas.

Jangan Suka Menilai Orang Lain

Kemarin dan Hari ini aku belajar, besok ambilah nilai kebaikan dari kemarin dan hari ini. Menilai orang :) Aku akan bercerita tentang...